Nov 12 2007
SP Bank BTN :Segera Ganti Direksi Bank BTN
Pengamat ekonomi dari FE Unila, Asrian Hendi Cahya, mengatakan bahwa keberadaan BTN sebagai bank investasi perlu dipertahankan, namun kinerja bank itu yang perlu segera diperbaiki terlebih dahulu dengan meningkatkan modal dan merampungkan pergantian jajaran direksinya.Menurut pengamat ekonomi itu di Bandarlampung, Selasa, keberadaan bank investasi sangat dibutuhkan dalam industri properti, dan BTN merupakan bank yang selama ini terfokus pada pembiayaan pembangunan perumahan rakyat di Indonesia.
“Kalau BTN itu dimerger, tentu harus ada penggantinya sebagai bank investasi, karena keberadaannya sungguh dibutuhkan. Di banyak negara, keberadaan bank investasi dipertahankan, karena terkait erat dalam pembangunan properti,” katanya.
Selain memperkuat modal BTN, ia menyarankan agar pergantian direksi BTN itu segera dirampungkan agar tercipta suasana kerja yang lebih kondusif.
“Sudah disebutkan akan segera ada pergantian direksi BTN oleh pemerintah, maka sebaiknya pergantian itu segera dilaksanakan dengan mengangkat dari kalangan profesional yang mampu mendongkrak kinerja bank tersebut,” katanya.
Menurutnya, tarik ulur pergantian direksi BTN dengan pertimbangan politik harus dikesampingkan, sehingga hanya setiap calon yang lolos uji kelayakan oleh Bank Indonesia yang tentunya diajukan ke Tim Penilai Akhir (TPA) yang diketuai Presiden dengan anggota Wapres, Meneg BUMN, menteri terkait dan Kepala BIN.
Disebutkannya, pemerintah harus menerapkan good governance dalam pergantian direksi BTN itu dengan berpatokan kepada hukum dan aturan- aturan yang telah ditetapkan.
“Mengenai siapa yang dipilih, tentu hak pemerintah menentukannya. Namun direksi baru itu harus mampu mengembangkan atau mendongkrak kinerja BTN, memiliki track record yang baik dan bebas dari KKN,” katanya.
Ia kembali menyebutkan, keberadaan BTN justru menolong pemerintah dalam merealisasikan pembangunan 1,26 juta unit rumah tahun 2004- 2009, dan keberadaan bank itu dibutuhkan para pengembang untuk membiayai pembangunan perumahan.
Dalam kesempatan terpisah, Sekjen SP BTN, Satya Wijayantara, mengatakan bahwa pergantian direksi BTN perlu segera dirampungkan agar tidak terkatung- katung.
“Sudah disebutkan akan ada pergantian, maka segeralah diganti agar suasana kerja makin kondusif. Siapapun yang dipilih pemerintah, asalkan memiliki kemampuan dan bebas dari KKN, maka kami sebagai karyawan akan mendukungnya,” katanya.
Namun ia mengharapkan agar uji kelayakan calon direksi BTN itu dilakukan lebih transparan dengan memperhatikan masukan- masukan yang disampaikan.
Sebelumnya, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, mengatakan bahwa merger bukan solusi terakhir atas BTN karena kinerja bank itu masih bisa diperbaiki dengan memperkuat permodalannya serta mengupayakan agar lebih berkonsentrasi pada pembiayaan perumahan.
Dalam rangka memperbaiki kinerja BTN, ia mengatakan pergantian direksi BTN itu yang perlu segera dilaksanakan dengan tenaga yang lebih muda.
Menurutnya, lamanya pergantian direksi itu diakibatkan lemahnya sistem rekruitmen dan pembinaan jenjang karir profesi perbankan pemerintah.
BTN merupakan bank pemerintah dengan fokus pembiayaan perumahan rakyat. Saat ini BTN tengah dalam proses untuk privatisasi yang diharapkan selesai tahun 2008.
Bank BTN memiliki total aktiva Rp33,361 triliun per Juni 2007 dengan total kredit yang disalurkan mencapai Rp19,474 triliun. Dengan jumlah jaringan kantor mencapai 1.102 kantor, BTN mengelola dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp21.8 triliun
BTN sampai dengan September 2007 atau kuartal ke-3 berhasil meningkatkan outstanding kredit menjadi Rp20,793 triliun atau naik 20 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp17,344 triliun. (*/lpk)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Not A Member? Register for Free!






